Skip to main content

Posts

Showing posts with the label rambling

(✌゚∀゚)☞ Agrius Impees4 の日

Siang ini, mestinya saya mengajar seperti biasa. Menghadapi para manusia yang terlalu adorable (sampai harus ngejitak, tapi ditahan) seperti biasa. Nyatanya, hari ini ada yang berbeda. Pukul 10.15 saya bertandang ke kelas XI IPA 4 (tidak disensor karena unsur kesengajaan), ruangan yang berada di ujung dunia (tambahkan bunyi PLOK sebagai suara latar) dan berisi mahluk-mahluk yang aduhai uniknya. Niatnya, saya ingin melanjutkan pelajaran ke bab baru, demi mengejar ketinggalan materi. Nyatanya, ketika saya berada di depan kelas kelas, saya melihat beberapa penghuni masih asyik nongkrong di bawah pohon. Ujung-ujungnya saya malah dicuekin gara-gara mereka langsung pergi ke kantin, meninggalkan saya. Geram. Gusar. Pengen nabok, tapi  masih ditahan. Begitu masuk kelas, ternyata sama aja. Mereka asyik sendiri dan nggak mau belajar. Sa--saya sih oke-oke aja, tapi kan... *langsung pergi ke kamar mandi terdekat, gebukin tembok kamar mandi nangis saking keselnya* Sampai jam...

Bandung Extravaganza 2!

Malam ini saya dan teman sesama concertgoers menghadiri acara Bandung Extravaganza 2 yang bertempat di Gedung Achmad Sanusi (dulu BPU), UPI Bandung. Acara yang bertajuk "Unity In Harmony" ini diisi oleh Elbe Bigband, Ensemble Kyai Fatahillah, Bambu Bumi Siliwangi, Orkes Kerontjong Lapis Legit, Rumah Gitar Mahasiswa, dan Orkestra Bumi Siliwangi (OsBS).  Meleset dari perkiraan, ternyata Bandung Extravaganza tahun ini tidak melulu menyuguhkan alunan musik klasik. Kami, para pengunjung, malah disuguhi keindahan produk budaya lokal sampai internasional. Dari langgam Sunda, keroncong, musik jazz, sampai alunan musik klasik. Bahkan ada proyek kolaborasi yang disajikan untuk kami. Saya pribadi, awalnya merasa kecewa. Karena tujuan awal saya itu cuma satu: melihat penampilan OsBS dan larut dalam alunan musik klasik. Akan tetapi, kekecewaan yang berubah jadi pemakluman ini lambat laun berubah menjadi kecanduan gara-gara... KERONCONG. Kaget? Nggak perlu. Tampilan l...

Balada Balado

Menjadi mahasiswa tingkat akhir, berarti harus siap bila dirinya dipenuhi rasa gundah gulana. Bimbingan skripsi yang terus tertunda, pertemuan dengan dosen pembimbing yang kadang tak terlaksana, referensi yang tak tersedia, sampai ganti tema penelitian. Ujung-ujungnya harus ganti SK dan penelitian pun mundur dari jadwal. Menjadi mahasiswa tingkat akhir, berarti harus siap bila dirinya dipenuhi rasa iri. Iri pada mereka yang tak bermasalah saat seminar proposal. Iri pada mereka yang mendapat daftar nama pembimbing yang sesuai harapan. Iri pada mereka yang melaju, meninggalkan dirinya yang masih tersendat di bab satu. Iri pada mereka yang malah asyik berwisata, sementara dirinya harus berkutat dengan buku. Menjadi mahasiswa yang seperti itu, harusnya belajar untuk legowo . Sembari membuat jadwal rinci demi kelancaran penelitian. Bukannya asyik melantur sambil facebook -an. Karena Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya kesusahan. . . . Sudah ah, saya mau...

Sipo, Tamu Lucu Berbulu Lebat

Hari ini, tempat kost saya yang baru didatangi seekor kucing hitam berbulu lebat bernama Sipo. Ia sejatinya adalah kucing milik tetangga kost bawah yang diculik secara tidak memaksa oleh Atikah dan Ella, teman PLP sekaligus cucu pemilik tempat kost baru saya. Nama Sipo sendiri ternyata berasal dari bahasa Sunda, Si Po ek (si gelap). LOLMAO. Menurut penuturan Atikah, kucing berukuran lima jengkal tangan saya ini berjenis kelamin pria dan beristrikan seekor kucing betina berwarna putih yang bulunya sama lebat dengan Sipo. Istri Sipo, yang namanya belum diketahui secara pasti ini dikabarkan tengah mengandung dan akan melahirkan sebulan kemudian. Halo, dunia. Namaku Sipo. ...oh, oke. Kabar terbaru, si kucing betina ini bernama Niho. Sepanjang hari, tamu yang imut dan menggemaskan ini hanya menghabiskan waktu dengan mondar-mandir di kamar, lalu tergeletak lemas di kasur karena kelelahan. Begitu ia terbangun, hal pertama yang ia lakukan hanyalah memakan makanan kucingny...

Ramen Thailand dan Bakso Indonesia

Berbicara soal makanan itu memang seru, ya. Kalau dipikir-pikir, makanan yang ada di dunia ini sebenarnya memiliki kemiripan antara satu dan yang lainnya. Entah dari segi penyajiannya, bahan pembuatannya... Satu dari sekian makanan yang sekarang jadi perhatian saya adalah ramen dari Thailand. Nggak tahu deh orang Thailand menyebut makanan itu dengan nama apa. Makanan ini (setahu saya) pertama kali disinggung oleh pemilik akun FB bernama Poowadol Tupsai. Lihat, deh. Mirip kayak bakso nggak, sih? Walau saya nggak yakin itu isinya apa aja. わたし、気になります!

Dor.

Saya cuma orang yang kurang kerjaan. Di saat teman-teman mengerjakan tugas dengan menggunakan Excel, saya lebih memilih untuk mengerjakannya di MindMaple Lite. "Eh? Emang tugasnya harus digituin?" --lol duh. Saya cuma nggak tahan kalau harus terus-terusan  ngeliat  huruf yang dipatok mati di kolom dan baris. Saya merasa ikut terkungkung. Saya merasa... sesak. Uhuk. Kemudian, ada lagi satu tugas yang membuat saya kembali menjadi orang yang kurang kerjaan. Tugas itu adalah... menjadi seorang translator dadakan.  Bahan yang harus diterjemahkan adalah video berdurasi MINIMAL dua menit. Tidak diberi batasan video tersebut berupa film pendek, Music Video (MV), atau film sekalipun. Pokoknya MINIMAL dua menit. . . Tapi, berkat adanya tugas ini saya jadi sadar, menjadi seorang fansubber itu bukan pekerjaan mudah.  Saya juga mendadak merasa mengerti sekali suka duka menjadi fansubber -segala-bisa. Karena kami pun (saat ini) tidak hanya menjadi tr...

Selamat Jalan, Fikri!

Akhir-akhir ini, di linimasa akun Facebook saya bermunculan berita-berita mengenai kasus ospek maut yang menelan nyawa seorang mahasiswa baru. Menurut artikel yang saya baca (secara sekilas), korban bernama panggil Fikri dan merupakan mahasiswa jurusan Planologi, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Awalnya, saya tidak terlalu berminat untuk mencari tahu info lengkap dari kejadian ini. Saya hanya berpikir, "Ah, palingan juga kasus ospek biasa. Media terlalu berlebihan, deh ." Begitu. Saya berpikiran begitu karena tiga tahun lalu, ketika saya menjadi mahasiswa baru, saya juga ikutan ospek himpunan, dan menurut saya sih lumayan keras. Setidaknya lebih keras dibanding dua angkatan di bawah saya. Tapi ternyata, apa yang terjadi pada mahasiswa baru Planologi ITN Malang ini sungguh di luar dugaan. Bisa dibilang, mereka diperlakukan secara tidak manusiawi. Makan dengan kondisi tangan yang kotor, pisang yang dijadikan sikat gigi, kontak fisik yang tidak perlu, adanya ...

Never Let Me Go

Setelah berulang kali gagal nonton, akhirnya dua hari yang lalu saya berhasil nonton Never Let Me Go sampai tuntas! Yay! NEVER LET ME GO   Ratings: 7.1/10 from 76,022 users   ( http://www.imdb.com/title/tt1334260/ ) Released Date : 15 September 2010 Genre : Drama | Romance | Sci-fi  Running time: 1 hour 43 minutes (MPAA) Rate : R Directed by Mark Romanek; written by Alex Garland, based on the novel by Kazuo Ishiguro; director of photography, Adam Kimmel; edited by Barney Pilling; music by Rachel Portman; production designer, Mark Digby; costumes by Rachael Fleming and Steven Noble; produced by Andrew MacDonald and Allon Reich; released by Fox Searchlight Pictures (New York Times, 2010). Awalnya saya tertarik untuk nonton film ini karena ada Keira Knightley. Sama sekali nggak tahu kalau ceritanya bergenre drama, apalagi ada bumbu sci-fi . Saya juga nggak ngeh kalau film ini diangkat dari novel Never Let Me Go-nya Kazuo Ishiguro. Seriusan. ...

Alasan Mengapa Kamu Harus Punya Blog

Gara-gara tugas mata kuliah statistik yang menjadi trending topic  di kalangan (beberapa) anak-anak PBJ-UPI 2010, saya yang jadi gagal fokus ujung-ujungnya malah keluyuran ke situs nyunyu.com. Buat yang belum tahu apa itu nyunyu.com, langsung aja klik di sini . Jangan kaget ya kalau artikel di situ isinya berbau kekinian, ya namanya juga situs untuk kawula muda. (gambar diambil dari sini ) Nah, kembali ke topik. Alasan saya membuat entri ini adalah karena saya tergelitik setelah membaca artikel  5 Alasan Kamu Harus Punya Blog . Menurut bang Dara Prayoga, sang penulis, ada lima alasan mengapa kita, anak muda yang kekinian ini harus memiliki blog: Supaya hidup lebih tenang . Karena di blog, kita bisa curhat semaunya. Yah, err... itu juga untuk mereka yang menjadikan blognya sebagai diary online , sih. Buat kode ke gebetan . Ya kali aja kan si gebetan lagi kurang kerjaan, terus nyangkut ke blog kita. Untuk mengukur kemampuan menulis . Jaman sekarang kan lagi nget...

Bizarre (NOT) Beauty

Saya suka sekali melihat dandanan para model Vivienne Westwood. Kebanyakan dari mereka didandani secara nyeleneh , nggak cantik secara persepsi komunal. Tapi buat saya, dandanan mereka malah terlihat cantik dan... unik. Seperti gambar di bawah, misalnya. Kalau nggak salah ini dandanan untuk Paris Fashion Week kemarin. Atau tahun lalu? Lupa. Temanya " Bizarre Beauty ". Atau ini. Ini dandanan untuk Vivienne Westwood Red Label di London Fashion Week. Akhirnya, berbekal dengan sekotak eyeshadow dan kemampuan merias yang payah, saya yang kurang kerjaan berniat merias wajah saya sendiri. Hasilnya? Muka saya jadi aneh ( bizarre ) tapi nggak cantik ( beauty ). Seperti ini. Ini saya sedang meniru salah satu dandanan Bizarre Beauty . Padahal ini keliatannya paling gampang, ya. Tapi hasilnya ternyata masih belum memuaskan. Masih dengan keisengan untuk menjadikan muka saya sebagai kanvas, saya kembali mencoret-coret muka saya dengan sapuan acak dari warna acak pu...

Hujan

Seperti kemarin, sore ini Setiabudhi kembali diguyur hujan. Jujur, saya nggak terlalu suka hujan. Alasannya sederhana, karena hujan selalu membuat saya galau. Hujan membuat sepatu saya basah. Kalau sepatunya basah, saya susah ngampus karena saya nggak mungkin ke kampus dengan memakai sandal jepit. Sebagai mahasiswa yang koleksi sepatunya bisa dihitung menggunakan jari, jelas saya punya alasan kuat untuk tidak menyukai hujan. Hujan membuat saya rindu kehangatan. Kalau sudah begitu, saya biasanya galau. Saya mencoba menyelimuti diri dengan selimut, tapi ternyata selimutnya sedingin suhu kamar. Mencoba menghangatkan diri dari sebuah pelukan, tapi yang bisa dipeluk cuma bantal... dan kamus.  Akan tetapi, setidaknya saya harus merasa beruntung karena hujan tidak melulu membasahi Setiabudhi. Itu yang saya pikirkan setelah saya menonton sebuah animasi pendek berjudul Rain Town. Rain Town adalah animasi pendek berdurasi sembilan menit 55 detik buatan Universitas Kyoto Seik...

Bandung KlasikFest 2013: Another Ramble Babble

Halo! Ini Meru, dan saya baru saja pulang dari IFI. Hari ini adalah hari terakhir KlasikFest '13 di Bandung, dan saya (agak) sedih kenapa KlasikFest nggak bisa berlangsung lebih lama lagi. Seperti yang sudah saya bahas  sebelumnya , KlasikFest tahun ini diselenggarakan pada tanggal 3, 4, dan 6 November 2013. Sajian acara berbeda-beda tiap harinya. Untuk acara tanggal 3, misalnya, menyajikan duo piano Patrick Zygmanowski dan Tamayo Ikeda. Saya sendiri, pada akhirnya, hanya hadir pada tanggal 4 dan 6 saja. 私が買ったコンサートのチケットwww Tanggal 4 kemarin, saya cuma datang berdua dengan Endah, adik tingkat semasa SMA yang sekarang sedang kuliah di jurusan Sastra Inggris UPI. Awalnya kami ragu apakah piano kuartet berkonsep musik kamar dari ARTIES ini bisa memuaskan "dahaga" kami. Namun, pada akhirnya kami meminta lebih, lebih, dan lebih banyak lagi penampilan dari para musisi yang berasal dari benua Eropa ini. Program piano kuartet ARTIES sendiri menyajikan karya-karya...

Ejek Dulu, Naksir Kemudian

Kalau dipikir-pikir (sebelumnya sih nggak pernah kepikiran, sebenernya), jangan-jangan saya ini penganut prinsip "ejek dulu, naksir kemudian" . Soalnya nih, saya (ternyata) sering banget kayak gini. Waktu pertama kali ngeliat novel Montase -nya mbak Windry Ramadhina, saya memandang rendah novel ini. Saya ingat, saya pernah bilang kalau novel ini palingan nggak jauh beda sama novel lokal kualitas ecek-ecek di luar sana, yang menyajikan roman picisan dan ceritanya mudah dilupakan. Padahal, bukunya aja belum saya baca. Tapi udah menghina duluan. Hasil akhirnya? Saya jadi ketagihan baca novelnya mbak Windry. Cerita yang sama sebelumnya pernah terjadi lima beberapa tahun silam, ketika saya naksir si eru yang bikin saya susah move on sampai sekarang  seseorang semasa SMA dulu. Padahal saya belum kenal kepribadian dia, eh udah buru-buru ngatain . Nggak secara langsung kok, cuma dalam hati. Hasil akhirnya? Ya naksir, mau gimana lagi. Lalu, saya juga meng- underestimate...

Kancrut Moment: Film dan Unduhannya

Setiap pecinta film pasti pernah ngerasain yang namanya mengunduh film. Yah, rasanya emang nggak keren sih. Tapi apa mau dikata? Hasrat ingin menonton sudah mencapai puncak, sementara film yang pengen ditonton malah belum (atau nggak masuk) ke bioskop tanah air. Setiap pecinta film pasti pernah, walaupun cuma satu kali dalam hidupnya, ngerasain lamanya menunggu proses unduhan. Mereka bahkan sampe jungkir-balik-kayang di lantai kamar saking lamanya nungguin file unduhan. Dan nggak jarang, proses unduhan mereka mati di tengah jalan. Sialnya, nggak bisa di resume . AAAAAK! Atau ada yang lebih nyesek: begitu unduhan berhasil, ternyata filenya corrupt . AAAAAAK! Ada yang pernah ngalamin? Atau lagi ngalamin? Sini, pukpuk-an bareng.

Halo, Semester 7!

Nggak terasa saya semakin tua perkuliahan sudah berjalan sampai sejauh ini. September nanti sudah semester tujuh! SEMESTER TUJUH, astaga! Padahal kayaknya kemarin baru aja beres dikaderisasi, baru aja beres copot hachimaki , baru aja beres ngecengin senpaigata yang kece-kece... *buru-buru pasang emotikon sedih* Dan, errr... untuk mengingatkan diri bahwa saya sudah tua bukan ichinensei lagi, maka dengan ini saya lampirkan (cieh, "lampirkan"!) kontrak mata kuliah semester tujuh.

Jilbab, Dalam Sebuah Dialog Singkat

Di sisi kiri cermin berdebu, di depan kipas angin yang mulai kurang mutu, tiba-tiba sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari bibir penuhmu. “Mbak, mbak itu agamanya apa, sih?” Sesungguhnya, pertanyaan itu terasa sungguh mengganggu. Setidaknya, menurutku begitu. Kutatap wajahmu lekat-lekat, mencari kesempatan sambil berharap agar kau tahu jawabannya tanpa perlu ku buka suara. Namun tampaknya kau tak tahu, jadi kujawab saja pertanyaanmu dalam lima huruf tanpa spasi, "Islam." "Tapi, kok mbak nggak berjilbab?" Lagi-lagi, ini mengusikku. Lagi-lagi kutatap wajahmu. Lagi-lagi kau memasang wajah tak tahu. "Kamu sendiri, kenapa nggak berjilbab?" balasku, jadi ikut usil bertanya. Kau kibaskan rambut panjangmu sebelum menjawab. "Belum terbiasa, mbak," ujarmu. Aku pun berkata bahwa aku sama sepertimu. "Terus, kapan mbak mau berjilbab?" Sebuah 'kapan-kapan' bukanlah sebuah jawaban yang membantu, jadi ...

真夜中のRamble Babble

Halo, ini Meru yang sepertinya sudah lama sekali membiarkan blog ini dipenuhi sarang laba-laba. Mohon maklum saja, saya tidak sedang berada dalam zona homebody . Saya lagi KKN, sih. Hahaha. Err... sejauh ini kegiatan KKN masih lancar. Tentu saja ada satu, dua perbedaan pendapat dalam pelaksanaan kegiatan. Pun pasti ada rasa kesal dan pengin ngonceki kepalanya temen KKN yang ngeselin banget. Tapi, yaaa... udahlah. Perbedaan itu indah, kan? Hahaha. Oh, iya. Saya lagi KKN di Desa Santing, Kec. Losarang, Kab. Indramayu. Kelompok KKN saya terdiri dari sepuluh orang; enam personil wanita dan empat personil pria. Seperti kelompok KKN lainnya, anggota kelompok KKN saya terdiri dari berbagai jurusan dan fakultas. Sayangnya, err... nggak ada personil yang berasal dari jurusan psikologi. Lokasi KKN saya, alhamdulillah, nggak parah-parah amat. Cuaca dan lingkungannya tidak jauh beda seperti di rumah. Teman-teman KKN saya pun nggak parah-parah amat. Rata-rata orangnya setipe dan sejala...

Setelah Lima Jam Lamanya...

Setelah lima jam lamanya berkutat di depan layar, ngutak-atik coreldraw, jadilah stempel KKN kelompok saya! MUHAHAHAHA!  O, Puja Kerang Ajaib! /plok/ *kemudian para geek otaku tertawa jahanam*

ザ・コレクション

Bentar lagi saya tidur, deh. Ini cuma mau posting koleksi yang ada di hardisk. Ada yang mau minta, katanya. Berhubung saya terlalu malas untuk mengetik, jadi ya... blogging saja. LOL. Western Movies (klik kanan dan pilih opsi open in the new tab, untuk hasil yang lebih jelas)   Indonesian Movies Anime J-Dorama dan yang terakhir... Asia   n Movies . Yaaa, walaupun sebenernya lebih banyak J-Movies, sih. Udah, ini aja. Yang lain masih belum komplit, beberapa diantaranya masih ongoing, jadi nggak ikut dimasukin ke sini. Koleksi ini tidak untuk diperjualbelikan, lebih suka kalo ada yang mau berbagi, atau istilahnya barter, tanpa harus mengeluarkan biaya. Kalo ada original versionnya sih sebenernya pengen beli. Itu juga kalo ada uang, hiks.

Tanya Kenapa

Mestinya, sekarang saya ada di atas kasur, mencoba memejamkan mata sambil berharap besok sudah sembuh dari pilek yang lumayan mengganggu ini. Tapi nyatanya saya di sini sekarang, menodai halaman blog yang polos dengan kicau balau yang sama seperti biasa. Uh, iya, iya. Maaf deh. Tapi, tapiii... salahin Ibitsu, deh. Serius, salahin komik horror (yang lumayan jadul) ini. Gara-gara dia, mata saya nggak bisa merem. Bukan, bukan karena takut. Tapi karena saya nggak mau ketinggalan satu chapter pun. Begitu kelar baca, saya malah baca ulang dari halaman pertama. Dan kemudian berharap, komik ini diangkat jadi anime. Tanya kenapa? Karena (menurut saya) komik ini keren. Horrornya nggak selevel karya-karya Junji Ito, Shintaro Kago, atau Chie Watari, sih. Ini, mungkin, selevel sama Shiki. Atau, yaaa... setingkat di atas Shiki, deh. Yang jelas, komik ini ratingnya M untuk semua darah dan adegan kekerasan yang tidak patut dicoba. Nah, ini dia aktris utama Ibitsu. The Creepy Lolita! ...